Category: NOVEL

Takbir Cinta Zahrana /bag Terakhir

(Sebuah Novelet Pembangun Jiwa)
Hari pernikahan Zahrana semakin dekat. Zahrana telah
memilih gaun pengantinnya. Gaun pengantin Muslimah
hijau muda yang sangat anggun. la memang suka warna
hijau muda. Gaun pengantin itu ia beli dari butik
Muslimah terkemuka di Solo. Baca lebih lanjut

Iklan

Takbir Cinta Zahrana 3

(Sebuah Novelet Pembangun Jiwa)

Bumi terus berputar pada porosnya. Detik berkumpul
menjadi menit. Menit berkumpul menjadi jam. Jam
berkumpul menjadi hari. Minggu berkumpul menjadi
bulan. Ternyata sudah enam bulan Zahrana mengajar di
STM. Namun masalah utamanya belum juga selesai.
la belum juga mendapatkan jodohnya. Setelah
mendapat tawaran dari Pak Didik, sudah ada dua orang
yang maju. Baca lebih lanjut

Takbir Cinta Zahrana 2

(Sebuah Novelet Pembangun Jiwa)

Firasatnya benar. Lima hari setelah ia mengirim
jawaban itu, Bu Merlin datang ke rumahnya. Saat itu ia
masih mengambil cuti. Bu Merlin datang dengan mimik
serius. Mimik yang ditakuti oleh para bawahannya,
apalagi para mahasiswa. Pembantu Dekan I di
kampusnya itu berkata, “Zahrana, kamu memang bebas
menentukan pilihanmu. Namun terus terang saya tidak
mengerti apa maumu. Saya tak perlu berdusta padamu,
saya sangat kecewa padamu. Padahal saya telah
berusaha melakukan yang terbaik, untukmu dan juga
untuk Pak Karman. Namun agaknya ini semua
berantakan karena keangkuhanmu.” Baca lebih lanjut

Takbir Cinta Zahrana


(Sebuah Novelet Pembangun Jiwa)
Matanya berkaca-kaca. Kalau tidak ada kekuatan iman
dalam dada ia mungkin telah memilih sirna dari dunia.
Ujian yang ia derita sangat berbeda dengan orangorang
seusianya. Banyak yang memandangnya sukses.
Hidup berkecukupan. Punya pekerjaan yang terhormat
dan bisa dibanggakan. Bagaimana tidak, ia mampu
meraih gelar master teknik dari sebuah institut
teknologi paling bergengsi di negeri ini. Dan kini ia
dipercaya duduk dalam jajaran pengajar tetap di
universitas swasta terkemuka di ibukota Propinsi Jawa
Tengah: Semarang. Baca lebih lanjut

Ketika Cinta Berbuah Surga

(Thursday, 30 November 2006) – Kontribusi dari Habiburrahman El Shirazy
Di tanah Kurdistan , ada seorang raja yang adil dan shalih. Dia

memiliki seorang anak laki-laki yang tampan, cerdas, dan pemberani.

Saat-saat paling menyenangkan bagi sang raja adalah ketika dia

mengajari anaknya itu membaca Al-Quran. Sang raja juga menceritakan

kepadanya kisah-kisah kepahlawanan para panglima dan tentaranya di

medan pertempuran. Anak raja yang bernama Said itu, sangat gembira

mendengar penuturan kisah ayahnya. Si kecil Said akan merasa jengkel

jika di tengah-tengah ayahnya bercerita, tiba-tiba ada orang yang

memutuskannya.
Baca lebih lanjut

PUDARNYA PESONA CLEOPATRA

Dengan panjang lebar ibu menjelaskan, sebenarnya sejak ada dalam kandungan aku telah
dijodohkan dengan Raihana yang tak pernah kukenal. “Ibunya Raihana adalah teman
karib ibu waktu nyantri di pesantren Mangkuyudan Solo dulu,” kata ibu.
“Kami pernah berjanji, jika dikarunia anak berlainan jenis akan besanan untuk
memperteguh tali persaudaraan. Karena itu ibu mohon keikhlasanmu,” ucap beliau
dengan nada mengiba. Baca lebih lanjut